Benarkah Menjelang Wafat Nabi Muhammad SAW ingin dipertemukan dengan isa al masih(yesus)?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

berikut ingin saya tampilkan beberapa tuduhan dari kalangan kristen yang mengatakan bahwa menjelang wafatnya Nabi Muhammad saw ingin dipertemukan dengan yesus(isa as). benarkah ?

tuduhan kristen :

Nabi Muhammad SAW Sangat Rindu untuk bertemu dengan Isa Al Masih
dan Minta bisa Suci-abadi seperti Isa Almasih

Setiap nabi datang sekali saja ke dunia dan setiap nabi datang hanya untuk memperingatkan umatnya. Kemudian, tugasnya selesai di situ.

Isa Al Masih juga sama, datang memperingatkan,
tetapi, tugasnya tidak selesai sampai situ.
Isa Al Masih datang dua kali, mempunyai tugas yang maha penting bagi manusia, pada kedatangan yang keduakalinya, tidak akan ada lagi peringatan
Isa Al Masih Datang yg keduakalinya untuk
mengadili dan menghakimi Semua Orang
baik yang masih Hidup maupun Yang sudah Mati
Hukuman yang akan dijatuhkan bisa Neraka bisa  Sorga

JAWAB :
Imam Ahmad dan imam hadits yang lain meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sekalian para nabi adalah (bagaikan) saudara seibu, tapi agama mereka tetap satu. Dan sesungguhnya aku adalah nabi terdekat dengan Isa ibnu Maryam karena antara dia dan aku tidak ada nabi. Sesungguhnya ia (Isa) akan turun. Apabila kamu melihatnya, maka kenalilah ia lebih dahulu; warna kulitnya putih agak kemerah­merahan, ia mengenakan dua helai pakaian, rambut kepalanya seakan-akan meneteskan air sekalipun tidak basah, ia mematahkan palang salib dan membunuh babi, meniadakan pajak dan menyeru manusia untuk masuk agama Islam. Di zaman turunnya, Allah memusnahkan sekalian aliran agama kecuali Islam. Di zamannya, Allah membinasakan Dajjal, kemudian terciptalah keamanan dan kedamaian di bumi hingga kita akan menyaksikan seekor macan jalan bergandengan dengan unta, singa bergandengan dengan sapi, serigala dengan domba. Anak-anak kecil bermain dengan ular, tetapi anak-anak itu tidak digigit ular. Isa hidup selama empat puluh tahun kemudian ia wafat dan dishalatkan kaum muslimin.(HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (2/406).)


Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah saw. tentang nabi-nabi yang ditemui Rasulullah di malam Isra’ Mi’raj, bahwa mereka pun mengingatkan hari Kiamat; Isa berkata: Sesuai dengan yang dijanjikan Allah padaku, sesungguhnya Dajjal akan muncul dan aku mempunyai dua tongkat, apabila ia (Dajjal) melihatku, ia memuai seperti tembaga, maka apabila ia melihatku, Allah membinasakannya. Sehingga pohon dan batu pun berkata, “Hai muslim, di belakangku ada orang kafir, kemarilah dan bunuhlah dia.” (HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (1/375).
)

Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits marfu’ dari Usmarl bin Abu al-Ash, disebutkan: Isa turun di waktu shalat subuh. Berkatalah Amir di daerah itu kepada Isa: Wahai Ruhullah, majulah menjadi imam shalat. Isa menjawab: Sekalian umat ini adalah pemimpin antara satu dengan yang lain. Maka majulah sang Amir dan Isa ikut shalat. Setelah selesai shalat, Isa mengambil harbah (sejenis pisau, pendek dan tajam digunakan sebagai senjata dalam perang) lalu pergi menemui Dajjal. Ketika Dajjal melihat Isa, Dajjal memuai seperti tembaga, kemudian Isa menikamkan harbah (pisau) di tengah-tengah dada Dajjal dan langsung tewas, lalu Isa mengalahkan pengikut-pengikut Dajjal. Setelah kekalahan itu, tidak seorang pun dari pengikut Dajjal dapat bersembunyi, sehingga pokok kayu pun berseru mengadukan tempat sembunyi orang kafir, “Hai mukmin, ini orang kafir” dan batu juga ikut berseru, “Hai mukmin, ini orang kafir. ” (HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (4/217, 217).
)

comment : yang bisa memberikan hukuman vonis ke neraka atau surga adalah selain iman islam,amal sholeh dan syafaat nabi (Insya Allah) dan itu semua hak ALLAH.

Tuduhan kristen :
Harapanku bila diberikan panjang usia adalah ingin bertemu Isa Al Masih, tetapi bila kematian cepat menjemputku, tolong kepada orang yang bisa bertemu dengannya menyampaikan salamku

JAWAB:
Dan kalimat terkahir yang beliau sampaikan sebelum beliau turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajah beliau kepada ummat dari atas mimbar adalah:” Wahai manusia sampaikanlah salamku kpd orang yg mengikutiku diantara ummatku hingga hari kiamat.”

sumber :
http://abuzubair.wordpress.com/2007/07/21/kematian-terindah-dalam-sejarah-manusia/)

Tuduhan Kristen :

Rasullah pada saat menjelang ajalnya, berdoa kepada Allah SWT;
“Ya Allah, bersihkanlah aku dari jiwa yang kotor ini,
Sehingga aku sendiri bisa suci abadi seperti Isa Al Masih”.

JAWAB :

Sedikit saya kutipkan kisah menjelang wafatnya nabi…
“..Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah ra. ‘Aisyah ra berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunai atau Ar-Rafiqul A’la.

Masuklah malaikat Jibril as menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yg tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yg sebaik-baiknya.”

‘Aisyah ra menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yg bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yg ridha dan tidak murka.”

sumber lain :
dari buku Biografi Rasulullah.(sebuah studi analistis berdasarkan sumber-sumber yang otentik) oleh DR MAHDI RIZQULLAH AHMAD. maka yang di ucapkan Rasulullah menjelang wafatnya adalah : Ya Allah,ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku,serta ulurkanlah kasih-Mu kepadaku,pertemukan aku dengan Ar-Rafiq Al- A’la (Allah). (sumber : Bukhari : al fath 16/278/h:4449)

Ar-Rafiq Al- A’la  adalah sebutan Allah SWT, tidak ada reference yang menunjukan bahwa itu merujuk ke nabi Isa AS
Tuduhan Kristen :

“Rasullah bahkan  berdoa minta ampun sampai 70 kali sehari supaya diizinkan masuk sorga, ia sangat mengharapkan Isa Al Masih membantunya untuk naik kesorga.”

JAWAB:

kalo istighfar 70x sampai 100x sehari memang ada tapi tidak ada lafal ‘…supaya diizinkan masuk sorga, ia sangat mengharapkan Isa Al Masih membantunya untuk naik kesorga…?”

Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu dia berkata, Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Demi Alloh, sesungguhnya aku meminta ampun/beristighfar kepada Alloh dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih banyak dari 70 kali.” (HR. Bukhari, dinukil dari Syarah Riyadhu Shalihin, I/64)

Dari Al Agharr bin Yasar Al Muzanni rodhiallohu ‘anhu, dia berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Alloh dan minta ampunlah kepada-Nya, sesungguhnya aku ini bertaubat 100 kali dalam sehari.” (HR. Muslim, dinukil dari Syarah Riyadhu Shalihin, I/64).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh mengatakan, “Di dalam dua hadits ini terdapat dalil kewajiban bertaubat, karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, beliau bersabda (yang artinya), “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Alloh” sehingga apabila seorang insan bertaubat kepada Robbnya maka dengan sebab taubat itu akan diperoleh dua faedah:

Faidah pertama: Melaksanakan perintah Alloh dan Rosul-Nya. Sedangkan dengan melaksanakan perintah Alloh dan Rosul-Nya (itulah) terkandung segala kebaikan. Di atas (kepatuhan) melaksanakan perintah Alloh dan Rosul-Nya itulah terdapat poros dan sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.

Faidah kedua: Meneladani Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau itu senantiasa bertaubat kepada Alloh dalam sehari sebanyak 100 kali, yakni dengan mengucapkan: Atuubu ilalloh, atuubu ilalloh (aku bertaubat kepada Alloh),…dst.” (Syarah Riyadhu Shalihin, I/65).

sesungguhnya yang benar berasal dari Allah dan yang salah berasal dari diri saya sendiri…

Wallahu’alam bis shawab..
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: