Muhammad SAW seorang yang buta huruf

Tuduhan Kristen :

Orang-orang kristen mengatakan bahwa Muhammad itu tidak buta huruf diantaranya berdasarkan dalil hadits-hadits berikut :

Translation of Sahih Muslim, Book 19:

Book 019, Number 4401:

It has been narrated on the authority of al-Bara’ b. ‘Azib who said: ‘Ali b. Abu Talib penned the treaty between the Holy Prophet (may peace be upon him) and the polytheists on the Day of Hudaibiya. He wrote: This is what Muhammad, the Messenger of Allah, has settled. They (the polytheists) said: Do not write words” the Messenger of Allah”. If we knew that you were the Messenger of Allah, we would not fight against you. The Prophet (may peace be upon him) said to ‘Ali: Strike out these words. He (Ali) said: I am not going to strike them out. So the Prophet (may peace be upon him) struck them out with his own hand. The narrator said that the conditions upon which the two sides had agreed included that the Muslims would enter Mecca (next year) and would stay there for three days, and that they would not enter bearing arms except in their sheaths or bolsters.

http://www.guidedways.com/book_display-book-19-translator-3-start-40-number-3020.htm

Sunan Abu-Dawud Book 19, Number 3021

Narrated Amir ibn Shahr: When the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) appeared as a prophet, Hamdan said to me: Will you go to this man and negotiate for us (with him)? If you accept something, we shall accept it, and if you disapprove of something, we shall disapprove of it. I said: Yes. So I proceeded until I came to the Apostle of Allah (peace_be_upon_him). I liked his motive and my people embraced Islam. The Apostle of Allah (peace_be_upon_him) wrote the document for Umayr Dhu Marran. He also sent Malik ibn Murarah ar-Rahawi to all the (people of) Yemen. So Akk Dhu Khaywan embraced Islam. Akk was told: Go to the Apostle of Allah (peace_be_upon_him), and obtain his protection for your town and property. He therefore came (to him) and the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) wrote a document for him: “In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful. From Muhammad, the Apostle of Allah, to Akk Dhu Khaywan. If he is true his land, property and slave, he has the security and the protection of Allah, and Muhammad, the Apostle of Allah. Written by Khalid ibn Sa’id ibn al-’As.”

Tambahan dari saya :(Book 13.Tribute, Spoils, and Rulership.Hadith 3021. (Abu Dawud))

JAWAB :

saya akan kutip beberapa ayat Alqur’an beserta tafsir (karena Alqur’an merupakan sumber hukum tertinggi dalam islam) dan hadits lainnya yang membuktikan bahwa nabi memang tidak bisa membaca dan menulis.

“Orang-orang yang mengikuti Rasul, seorang nabi yang ummi yang mereka temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka kepada yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, yang menghalalkan bagi mereka semua yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang diturunkan kepadanya. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-A’raaf: 157)


Al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat ini berkata: “Firman Allah pada al-ummi, berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu : Nabi kalian Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah buta huruf tidak bisa menulis, membaca dan berhitung. Allah berfirman:

“Dan kamu (Muhammad) tidak pernah membaca satu kitab pun sebelumnya dan tidak pernah menulis satu kitab pun dengan tangan kananmu.” (Q.S. Al-Ankabuut: 48)”

Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat yang terakhir ini: “Kemudian Allah berfirman: “Dan kamu tidak pernah membaca membaca satu kitab pun sebelumnya dan tidak pernah menulis dengan tangan kananmu”, artinya kamu telah tinggal di tengah kaummu, hai Muhammad, sebelum kamu datang dengan Qur’an ini, sedang kamu tidak bisa membaca kitab dan tidak dapat menulis, bahkan setiap orang dari kaummu dan selain mereka mengetahui bahwa kamu seorang yang buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis. Dan ini adalah sifat beliau yang tercantum di dalam kitab-kitab terdahulu sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang mengikuti Rasul, seorang nabi yang ummi yang mereka temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka kepada yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang mungkar”. Demikianlah keadaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam selamanya sampai hari kiamat, tidak bisa menulis, baik satu baris ataupun satu huruf dengan tangannya.

(*) Bahkan, beliau mempunyai catatan yang ditulis oleh para shahabat berupa wahyu dan surat-surat ke beberapa negeri. Allah berfirman: “Dan kamu tidak pernah”, artinya tidak pernah membaca “Sebuah kitab pun sebelumnya.” Ini untuk menguatkan ketidakpernahan tadi. “Dan tidak pernah menulis dengan tangan kananmu.” Inipun menguatkan juga. Dan firman Allah: “(Andai kamu bisa membaca dan menulis) pasti ragulah orang-orang yang mengingkarimu,” artinya kalau kamu bisa menulis pasti beberapa orang yang bodoh akan ragu, lalu akan berkata: “Kamu hanyalah mengetahui ini dari kitab-kitab sebelumnya yang diambil dari para nabi, padahal mereka mengetahui bahwa Nabi ini buta huruf, tidak bisa menulis, “Dan mereka berkata: ‘Ini adalah dongeng-dongeng masa lalu yang dituliskannya’.”

Dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Dialah yang telah mengutus seorang rasul dari kalangan mereka ke tengah ummat yang ummi yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka tentang kitab dan hikmah padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Jumu’ah (62): 2)

Al-Qurthubi berkata ketika menafsirkan ayat ini: “Al-Ummiyyun adalah orang-orang yang tidak bisa menulis. Demikianlah keadaan orang-orang Quraisy dulu. Manshur meriwayatkan dari Ibrahim, dia berkata: Al-Ummiy adalah orang yang tidak bisa membaca dan menulis. “Seorang rasul dari mereka,” artinya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dia seorang ummi tidak bisa membaca dan menulis dan tidak pernah belajar.

Rasulullah SAW menyatakan dirinya tidak bisa membaca ketika bertemu Jibril pertama kali yang meminta beliau untuk membaca lembaran yang dibawanya. “Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: “Bacalah!” Dengan terkejut Muhammad menjawab: “Saya tak dapat membaca”. Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: “Bacalah!” Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: “Apa yang akan saya baca.” Seterusnya malaikat itu berkata: “Bacalah!

Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …” (Qur’an 96:1-5) (Haekal)

Rasulullah Muhammad SAW juga menyatakan dirinya dan kaumnya “ummiy” dengan penegasan maksudnya “tidak menulis dan tidak menghisab” terdapat dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim,Abu Dawud, dan Ibnu Umar “Nahnu ummatun ummiyyatun laa naktubu walaa nahsubu” (Kami ummat yang ummiy, tidak menulis dan tidak menghitung).

Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Sesungguhya kami adalah umat yang ummi, tidak dapat menulis dan menghisab (menghitung bulan). Sebulan itu demikian dan demikian, yakni sekali waktu dua puluh sembilan hari, dan sekali waktu tiga puluh hari.”(HR BUKHARI dalam KITAB PUASA)

Hadits ini bisa menjelaskan makna “ummiy” pada QS. 7:157 (“… orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummiy…”) memang berarti buta huruf. Sejarah hidup Rasulullah juga mengisyaratkan Rasulullah SAW tidak belajar membaca dan menulis, karena hidup bersama kakek dan pamannya bukan hidup yang berkecukupan sehingga waktunya habis untuk bekerja. Ahli sastra yang ada pada masa itu, saya kira, hanya kaum elit yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Sastra lisan mungkin sangat maju, tetapi sastra tulis belum tentu.

“Ummiy” tidak berarti bodoh, sehingga memaknai “ummiy” sebagai buta huruf tidak akan merendahkan kemuliaan Rasulullah. Salah satu sifat Rasul adalah cerdas (fathonah). Nabi Muhammad SAW “ummiy” bisa jadi Allah yang mengaturnya, agar Al-quran yang dibawanya tidak menimbulkan keraguan sebagai tiruan kitab-kitab sebelumnya.

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur’an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim” (QS 29:48-49)

makna terjemahan membaca :Biasa kita dengar ungkapan “membaca” Al Fatihah dalam shalat, membaca do’a, orang buta membaca ayat. Jadi terjemahan “Bacalah (hai Muhammad) kepada mereka”, tidaklah selalu dalam makna membaca dari sebuah tulisan, melainkan dapat pula membaca dari ingatan.

berkata Al-Marwadi: “Bila ditanyakan: apakah bentuk karunia dalam hal diutusnya seorang Nabi yang ummi? Maka jawabnya adalah ada tiga bentuk. Pertama: Untuk menunjukkan sesuainya keadaan dia dengan kabar dari nabi-nabi sebelumnya.

Kedua: Agar keadaannya sesuai dengan keadaan mereka (kaumnya) sehingga lebih memungkinkan diterima.

Ketiga: Untuk menghindari buruk sangka dalam mengajarkan apa-apa yang didakwahkannya berupa kitab yang dia baca dan hikmah-hikmah yang dia sampaikan.” Menurut pendapatku, semua itu merupakan dalil mukjizatnya dan bukti kenabiannya. [kutipan ringkas dari Tafsir Al-Qurthubi].

lalu apa makna 2 hadits yang berikan diatas :

hadits pertama (saya ambil versi bahasa indonesianya) :

Hadis riwayat Barra` bin `Azib ra., ia berkata: Ali bin Abu Thalib menuliskan naskah perdamaian antara Nabi saw. dengan orang-orang musyrik pada hari perjanjian Hudaibiah. Lalu Ali menuliskan: Inilah perjanjian yang dikukuhkan oleh Muhammad Rasulullah. Orang-orang musyrik berkata: Janganlah kamu menuliskan kata “Rasulullah”, karena kalau kami mengetahui bahwa engkau adalah Rasulullah, niscaya kami tidak akan memerangimu. Maka Rasulullah saw. menyuruh Ali: Hapuslah! Ali menjawab: Bukan aku yang harus menghapusnya. Lalu Nabi saw. menghapus sendiri dengan tangannya. Termasuk syarat yang mereka tetapkan adalah kaum muslimin harus memasuki kota Mekah dan menetap di sana selama tiga hari tanpa senjata kecuali sarung-sarung pedang. Aku bertanya kepada Abu Ishaq: Apakah julubban itu? Ia berkata: Sarung dan pedangnya. (Shahih Muslim No.3335)

tanggapan saya :

Nabi menghapus Tulisan ‘Rasulullah’ secara logika apakah ali ra akan membiarkan nabi mencari kata yang harus dihapuskan sendiri tentu tidak, bisa saja setelah ditunjuki oleh Ali ra,karena ali tahu dong nabi Muhammad ga bisa baca dan tulis, dan juga dikarenakan sebelumnya Ali ra lah yang diminta untuk menghapuskan tulisan tsb. untuk lebih lengkapnya silahkan anda membaca asbabun wurudnya (sebab turunnya suatu hadits) atau tafsir haditsnya.

Hadits kedua mungkin saya berikan hadits yang lain sejenis yaitu tetap ada kata menulis :

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Sewaktu Rasulullah saw. sakit, beliau berkata kepadaku: Tolong panggilkan Abu Bakar dan saudara lelakimu sehingga aku dapat menulis surat (wasiat). Sesungguhnya aku merasa khawatir terhadap orang yang ambisius yang mengatakan: Aku adalah orang yang lebih berhak sementara Allah dan orang-orang mukmin enggan kecuali Abu Bakar. (Shahih Muslim No.4399)

tanggapan saya :

Nabi menulis sesuatu untuk seseorang dengan cara beliau membacakan dari ingatannya apa yang hendak dituliskan kemudian sahabatlah yang diminta untuk menuliskannya.(lihat keterangan diatas yang diberi tanda (*))


sesungguhnya yang benar berasal dari Allah dan yang salah berasal dari diri saya sendiri…

wassalamu’alaikum wr wb

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: